Cara Menjadi Polisi dari Tamtama Hingga Perwira


Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan lembaga yang menangani bidang keamanan dalam masyarakat (kamtipmas) termasuk mencegah dan menindak tindak Kriminal (criminal) kepolisian negara republik Indonesia merupakan bagian dari pemerintahan Republik Indonesia, dikepalai oleh seorang Kapolri yang bertanggung jawab kepada presidendi uji kelayakan oleh DPR RI.

Banyak lulusan sekolah yang ingin bekerja atau mengabdi sebagai anggota kepolisian, selain pendaftaran seleksi tidak dipungut biaya, pendidikan pembentukan polisi juga di biayai oleh Negara setelah lulus ujian masuk polri. Setelah pendidikan ditempuh dan dinyatakan lulus maka dilakukan pelantikan dan berstatus sebagai anggota kepolisian yang mendapatkan gaji dari Negara sesuai pangkat dan penempatan masing-masing.

Ada empat jalur yang ditawarkan dalam penerimaan calon anggota polri, aturan itu berlaku hingga saat ini, adapun jalur-jalur tersebut sebagai berikut.

1.Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (AKPOL)

Jalur yang pertama adalah penerimaan Taruna / Taruni Akademi Kepolisian (AKPOL), dengan sistem seleksi yang ketat dan persyaratan yang cukup ketat, jika tidak  dipersiapkan sedari awal akan terasa berat, karena ujian tidak hanya fisik yang di uji namun juga mental dan pengetahuan termasuk tes dibidang potensi akademik dan bahasa ingris.

Adapun syarat masuk Akademi Kepolisian ini seperti dilansir dari solotrust.com (08/03/2019) pada tahun 2019 syarat masuk AKPOL antara lain :

Persyaratan umum :

  • 1.       Warga Negara Indonesia pria atau wanita,
  • 2.    Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME,
  • 3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,
  • 4. Sehat jasmani dan rohani,
  • 5.  Berumur paling rendah 18 tahun saat diaangkat menjadi anggota POLRI,
  • 6. Tidak pernah di pidana karena tindak kejahatan,
  • 7. Berwibawa jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela,
  • 8. Lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota Kepolisian.

  • Persyaratan Khusus:
  • 1.  Pria / Wanita, bukan anggota / mantan Polri /TNI / PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri / TNI,
  • 2.   Berijazah serendah-rendahnya SMA / MA jurusan IPA / IPS (bukan lulusan dan atau berijazah kejar paket A, B dan C) dengan ketentuan
  • 3. Nilai kelulusan rata-rata hasil ujian Nasional / UN (bukan nilai gabungan) lulus 2014 ( rata-rata 6.5) lulus 2015 s/d 18 (rata-rata 60.0) lulus 2019 (ditentukan kemudian)

  • 4.      Usia 16-21 tahun
  • 5.     Tinggi Badan Minimal Pria 165 cm wanita 163 cm
  • 6. Belum menikah dan tidak nikah selama pendidikan
  • 7.  Tidak bertato / tindik (laki-laki)
  • 8.  Bebas narkoba
  • 9. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI
  • 10.Domisili wilayah polda tempat daftar min 1 th
  • 11.   Bersedia ikatan dinas min10 tahun
  • 12.   Ijin orangtua
  • 13.   Ijin atasan bagi karyawan
  • 14. Seleksi terdiri dari seleksi di Polda masing-masing setelah lolos dikirim ke tingkat pusat untuk diseleksi lebih lanjut. 
  • Adapun tahapan seleksi sebagi berikut :

Tingkat POLDA antara lain : 

  • 1. Rikmin (pemeriksaan administrasi) termasuk tinggi badan berat badan
  • 2.       Pemeriksaan kesehatan I
  • 3.       Rikkes Hap 1
  • 4.       Ujian Jasmani
  • 5.       Pemeriksaan Psikologi
  • 6.       Ujian Akademik
  • 7.       Pemerikasaan kesehatan II
  • 8.  Sidang kelulusan tingkat panda (panitia daerah)

  • 9.       Seleksi tingkat panpus (panitia pusat)

Setelah diterima di akpol maka peserta didik akan mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian (AKPOL) yang saat ini berlokasi di Kota Semarang. Pendidikan ditempuh rata-rata empat tahun,  dan setelah lulus dilantik dihadapan presiden dengan pangkat Inspektur dua (tanda pangkat balok satu berwarna emas). Output dari lulusan Akpol adalah calon pemimpin masa depan di institusi kepolisian, selama ini sejarah kepolisian RI mencatat bahwa Kapolri dan para Jendral Polisi berasal dari lulusan AKPOL, lulusan terbaik dari pendidikan AKPOL akan mendapat penghargaan bernama Adhi Madayaksa.

2. Seleksi Peserta Didik Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS)

Jalur kedua adalah Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), jalur ini syarat mendaftar adalah para sarjana maupun pasca sarjana sesuai dengan kebutuhan institusi polri ketika dibukanya pendaftaran, SIPSS dengan masa pendidikan kurang lebih 6 bulan, setelah lulus memiliki pangkat Inspektur dua.

Jalur ini bersumber dari berbagai lulusan sarjana atau pasca sarjana, ada seorang dokter spesialis, perawat, hukum dan sebagainya sesuai kebutuhan institusi Polri.

3. Seleksi Calon Bintara Polri

Jalur ketiga adalah Bintara Polri, jalur ini menerima dari lulusan minimal SMA / sederajat / SMK sesuai jurusan yang dibutuhkan atau sarjana maupun D3 dengan ketentuan maksimal umur, setelah melewati seleksi, maka peserta yang dinyatakan lolos berhak mengikuti pendidikan Pembentukan Bintara Polri selama kurang lebih 7 bulan di Sekolah Polisi Negara (SPN) setelah lulus memiliki pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Proses seleksi hampirsama dengan seleksi AKPOL namun hingga tingkat POLDA, proses kurang lebih sebagai berikut : 

  • 1.     Rikmin (pemeriksaan administrasi) termasuk tinggi badan berat badan
  • 2.      Pemeriksaan kesehatan I
  • 3.       Ujian Jasmani
  • 4.       Pemeriksaan Psikologi
  • 5.       Ujian Akademik
  • 6.       Pemerikasaan kesehatan II  
  • 7.    Sidang kelulusan

4. Jalur Seleksi Calon Tamtama Polri

Cara menjadi polisi ke empat adalah jalur Tamtama polri, jalur ini menerima dari lulusan minimal SMA sederajat, lulusan sekolah tamtama Polri memiliki pangkat terendah di institusi Polri, umumnya setelah lulus memiliki pangkat Bhayangkara Dua (Bharada), kebanyakan ditempatkan di korp Brimob atau Polair.  Lulusan dari seleksi ini akan diangkat dengan pangkat terendah di institusi polri yaitu Bharada (Bhayangkara Dua) butuh bertahun tahun untuk sejajar dengan lulusan baru dari seleksi Bintara. Meski pangkat terendah di institusi POLRI, namun tetap membanggakan karena dapat mengabdi so jangan berkecil hati jika anda polisi dari jalur ini.

5. Perbedaan Lulusan dari Ke-empat Jenis Seleksi Polri

Jika Akpol pendidikan selama 4 tahun dengan kompetensi mumpuni dalam ilmu kepolisian dengan gelar S.TrK (Sarjana Terapan Kepolisian) dengan lulusan langsung diangkat sebagai anggota Polri dengan pangkat Inspektur dua (Ipda). Berbeda dengan SIPSS pendidikan kurang lebih 6 bulan dengan kompetensi kesarjanaannya masing-masing ditambah sekolah pembentukan anggota di Akpol atau sekolah Polisi Negara lainnya, lulusan akan diangkat dengan pangkat Inspektur Dua (Ipda).

Apa perbedaan Bintara dan Tamtama, perbedaan nya adalah kepangkatan, lulusan Bintara setelah lulus pendidikan memiliki pangkat Bipda (Brigadir Dua), sedangkan lulusan Tamtama untuk mencapai pangkat Bipda harus melewati beberapa peringkat kepangkatan antara lain satelah lulus sekolah pembentukan tamtama polri berpangkat Bhayangkara Dua, setelah beberapa tahun naik pangkat menjadi Bhayangkara Satu, Bhayangkara Kepala, Ajun Brigadir Polisi Dua, Ajun Brigadir Polisi Satu, Ajun Brigadir Polisi. Setelah melewati itu baru bisa sejajar dengan lulusan Bintara Polri, yaitu Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Itu tadi jalur seleksi cara untuk menjadi polisi dengan kompetensi dan kepangkatan yang berbeda dari setiap jalur, untuk tahun-tahun berikutnya ada kemungkinan persyaratan dapat berubah sebagian atau beberapa untuk menyesuaikan kebutuhan dan evaluasi, jika anda ingin menjadi polisi mau pilih jalur yang mana?




Post a Comment

Berkomentarlah yang baik agar tidak melanggar hukum dan agama

Lebih baru Lebih lama